Pernah ngerasa pikiran lo kayak browser dengan 28 tab kebuka, semuanya loading, dan nggak tau yang mana harus ditutup duluan? Lo mikirin hal-hal yang belum kejadian, yang udah lewat, dan yang bahkan lo gak tau beneran terjadi atau nggak. Yes, overthinking is real.
Tapi kabar baiknya, lo punya satu alat super simpel buat bantu lo stop muter di kepala sendiri: jurnal “hal-hal yang bisa aku kontrol hari ini”. Bukan jurnal biasa, tapi catatan yang ngebantu lo balik ke realita, pelan-pelan ninggalin ketakutan yang nggak lo bisa atur.
Kenapa Overthinking Bisa Jadi Bikin Lumpuh?
Overthinking tuh kayak nonton trailer film horor yang lo bikin sendiri. Terus muter berulang. Otak lo mikir:
- Gimana kalau gue gagal?
- Gimana kalau dia marah?
- Gimana kalau gue nggak cukup?
Dan sayangnya, semua itu adalah hal yang di luar kendali lo.
Kabar baiknya? Masih banyak hal yang bisa lo kontrol—dan justru di situlah lo bisa mulai bangun ketenangan.
Konsep “Locus of Control” – Kunci Jurnal Ini
Teori psikologi bilang: kita punya dua jenis kontrol:
- Internal control → hal-hal yang bisa lo atur: respon, pilihan, sikap
- External control → hal-hal yang lo gak bisa atur: omongan orang, cuaca, reaksi orang lain
Overthinking sering muncul karena kita fokus ke yang eksternal. Nah, jurnal ini ngajak lo balik fokus ke yang internal. Yang kecil, yang nyata, dan yang bisa lo pegang hari ini.
Langkah-Langkah Membuat Jurnal “Hal-Hal yang Bisa Aku Kontrol Hari Ini”
Bikin jurnal ini nggak ribet. Bahkan bisa banget lo masukin ke rutinitas pagi atau sebelum tidur.
1. Buka dengan Menyadari Pikiran yang Mengganggu
Tulis dulu: “Hari ini gue overthinking soal…”
Contoh:
- Presentasi kerja
- Chat yang belum dibales
- Keputusan yang harus diambil minggu depan
Ini bukan buat ditakutin, tapi biar lo sadar: “Oke, ini yang lagi muter di kepala gue.”
2. Tarik Garis: Mana yang Bisa Gue Kontrol?
Tulis dua kolom:
| Bisa Gue Kontrol | Di Luar Kendali Gue |
|---|---|
| Persiapan presentasi | Reaksi bos nanti |
| Nada chat gue | Waktu orang bales |
| Istirahat yang cukup | Apa yang orang pikirin |
Ini langkah penting buat nge-cut jalur overthinking lo.
3. Fokus ke 3 Hal Kecil yang Bisa Lo Lakuin Hari Ini
Tulis:
“Hal-hal yang bisa gue kontrol hari ini:”
- Bangun sebelum jam 8
- Minum air putih cukup
- Nulis 3 slide presentasi
Lo gak harus punya 10 hal. Cukup 2–5 hal kecil yang realistis.
4. Tutup dengan Kalimat Penerimaan
Lo bisa tulis afirmasi kayak:
“Gue ngerasa cemas, tapi gue fokus ke apa yang bisa gue atur.”
“Gue gak harus kontrol semuanya buat bisa tetap tenang.”
Bullet List – Prompt Harian Buat Jurnal Ini
Kalau lo butuh panduan, cobain prompt ini:
- “Hari ini gue bisa atur…”
- “Yang di luar kendali gue dan gak harus gue urus sekarang…”
- “Satu hal kecil yang bisa gue lakuin buat bantu diri gue…”
- “Hal yang bisa gue pilih hari ini…”
- “Sikap yang bisa gue bawa ke hari ini…”
Contoh Isi Jurnal (Versi Real Gen Z)
Hari ini gue overthinking soal tanggapan orang ke post IG gue.
Bisa gue kontrol: caption yang gue pilih, alasan gue posting
Gak bisa gue kontrol: siapa yang suka, siapa yang ngomongin
Hal yang bisa gue lakuin hari ini:
– Fokus kerja 2 jam tanpa HP
– Dengerin podcast biar gak ke-distract
– Tulis jurnal iniAffirmasi: “Gue boleh panik, tapi gue tetap punya kuasa buat ngarahin hariku.”
Kenapa Jurnal Ini Powerful Buat Redakan Overthinking
- Lo ngebagi pikiran jadi nyata vs asumsi
- Lo sadar bahwa nggak semua hal butuh reaksi
- Lo mulai ngarahin energi ke aksi kecil, bukan worry besar
- Lo ngerasa lebih punya pegangan, walau hidup nggak pasti
Dan yang paling penting: lo belajar melepaskan.
Tips Supaya Jurnal Ini Konsisten dan Efektif
- Buat template sederhana → dua kolom, 5 menit cukup
- Gabungin sama teknik napas / mindfulness
- Gunain notes HP kalau lagi di luar
- Baca ulang di malam hari buat refleksi: “Ternyata bisa dilewatin ya hari ini.”
FAQ – Jurnal “Hal-Hal yang Bisa Aku Kontrol Hari Ini” untuk Redakan Overthinking
1. Harus ditulis tiap hari?
Kalau bisa, iya. Tapi cukup seminggu 3–4 kali juga udah oke. Tujuannya buat latihan fokus ke kendali pribadi.
2. Bisa pakai digital format?
Banget. Notion, Google Docs, bahkan Notes HP juga bisa. Yang penting jujur dan konsisten.
3. Apa jurnal ini bisa bantu buat anxiety?
Bisa bantu proses anxiety ringan hingga sedang. Tapi bukan pengganti terapi ya. Kalau udah parah, tetap cari bantuan profesional.
4. Harus ditulis pagi atau malam?
Bebas. Pagi bagus buat set fokus, malam cocok buat evaluasi. Cobain dua-duanya dan pilih yang cocok buat lo.
5. Gimana kalau tetap overthinking walau udah nulis?
Itu normal. Jurnal bukan sihir. Tapi dengan latihan, lo akan lebih cepat balik ke diri sendiri.
6. Apa jurnal ini bisa digabung sama afirmasi?
Justru lebih bagus. Tambahin afirmasi di akhir jurnal buat menutup sesi dengan vibe yang kuat.